a place to know and share…

Posts tagged “maksiat

Futur? Apaan tuhh??

Dalam kehidupan kita, ada kalanya kita sangat bersemangat dalam melaksanakan ibadah, pekerjaan, pembelajaran dll. Namun ada kalanya pula kita merasa bosan, capek, jenuh, dan malas dalam melaksanakan ibadah tersebut. Nah, perasaan yang bosan, capek jenuh dan malas ini di dalam islam dinamakan Futur.

Agar lebih jelas lagi, langsung saja kita kupas definisinya. Futur menurut bahasa artinya putus setelah bersambung atau tenang setelah bergerak, dan malas, lambat, setelah rajin bersungguh-sungguh. Sedangkan menurut istilahnya, Futur memiliki arti suatu kondisi yang dapat dialami oleh seseorang/aktivis/kaum muslimin yang dapat menyebabkan mereka menjadi kurang bersemangat mengerjakan ibadah, malas, menunda-nunda, sehingga terjadi penurunan dalam ibadah mereka atau bahkan benar-benar berhenti total. So, jika kita merasa jenuh dalam beribadah, berkurangnya frekuensi ibadah-ibadah kita, malas melakukan liqo (melakukan kajian islam), atau bahkan mulai melakukan dosa atau kemaksiatan (naudzubillah min dzalik) hal itu mengindikasikan bahwa sebenarnya kita sedang mengalami futur.

Futur disebabkan oleh banyak sekali faktor. Beberapa diantaranya, yaitu:

Pertama, berlebihan-lebihan/memaksakan diri dalam beribadah.
Sikap ini merupakan suatu sikap tercela sebab agama adalah ringan dan mudah, semakin seseorang mempersulit agamanya maka akan dipersulit oleh agamanya. Agama ini kokoh dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan beragama adalah perlu karena kita adalah umat pertengahan (sederhana), yaitu umat yang penuh rahmat. Barangsiapa yang hendak mengetahui hal itu maka hendaknya ia membaca sejarah hidup manusia terbaik yaitu Nabi Muhammad SAW.

Kedua, sikap terlalu berlebihan terhadap hal-hal yang dibolehkan (mubah), dalam (QS. 7:31), Allah berfirman:

“… makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Maksud dari faktor yang satu ini adalah, bahwa Allah memerintahkan kita agar tidak berlebih-lebihan dalam melakukan hal-hal yang mubah, seperti makan, minum, tidur dsb. Karena, jika hal itu dilakukan secara berlebihan, akan timbul mudhorat dan kita akan merasa malas dalam beribadah. Sebagai contoh, jika kita makan ataupun minum dengan berlebihan, ketika sudah merasa sangat kenyang maka kita lebih memilih tidur daripada beribadah, bukan?

Ketiga, rasa enggan hidup berjamaah atau lebih suka menyendiri. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial dan hidup secara berkelompok. Ketika kita sedang sendiri, kita akan melakukan hal-hal yang bersifat monoton, tidak ada pengembangan diri dan kemampuan, maka sifat futur akan lebih mudah untuk datang karena manusia itu lemah semangatnya bila hidup menyendiri dan penuh gairah bila hidup bersama saudara-saudaranya.

Keempat, minimnya ketaatan.
Jarang melaksanakan shalat wajib dengan berjamaah bersama kaum muslimin, malas melaksanakan shalat, tidak memperhatikan rukun dan syarat shalat, menyia-nyiakan waktu dan menjauhi membaca Al-Qur’an dapat menyebabkan kurangnya ketaatan kita. Sedangkan cara mengatasi semua hal itu adalah dengan melaksanakan kedua hal dibawah ini, yaitu : pertama : tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam beragama, dan kedua: meninggalkan perbuatan maksiat dan kemungkaran.

Kelima, bersikap setengah-setengah dalam melakukan ibadah.
Setengah-setengah dalam melakukan ibadah juga dapat menyebabkan futur karena ibadah yang dilakukan setengah-setengah biasanya dilakukan dengan kurang bersungguh-sungguh. Ibadah yang dilakukan seperti ini dapat menyebabkan kebosanan dan dengan perlahan dapat ditinggalkan oleh seseorang yang mengalaminya.

Dan keenam, meremehkan dosa-dosa yang kecil.
Dosa-dosa kecil dan dianggap sepele, seperti berbohong kepada teman, bergosip, bercanda dengan berlebihan bahkan dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, jika dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang buruk dan akhirnya membuat frekuensi ibadah kita berkurang, yang ujung-ujungnya akan menjadi futur dalam diri kita.

Perasaan futur seperti ini sebenarnya wajar jika dialami oleh seseorang karena manusia diberikan hawa nafsu oleh Allah SWT dan tidaklah mungkin bagi seorang manusia untuk senantiasa beriman dan berada di jalan Allah. Namun, jika dibiarkan terus-menerus akan menjadi bahaya yang besar apalagi jika sampai berhenti total melakukan ibadah, seperti berhenti mengerjakan amalan yang wajib (Astaghfirullah al adziim, jangan sampe deh).

Tetapi, jika kita mengalami hal seperti ini, jangan khawatir dulu. Sebagai seorang muslim yang baik, ada beberapa cara dari saya yang dapat dilakukan untuk menghindari sifat futur. Memperkuat keimanan dengan mengingat Allah dan selalu berada di jalan yang benar, yaitu jalan kebaikan; Manajemen waktu yang baik, yaitu dengan membagi waktu dengan tepat untuk beribadah, bekerja/kuliah, dan belajar; tidak melakukan ibadah secara monoton, seperti puasa terus-menerus atau berzakat dan bersedekah terus, akan tetapi dengan menggabungkan atau mengkombinasikan ibadah-ibadah tersebut sehingga tidak monoton dan menyebabkan malas/futur; Refreshing, bertafakkur alam dengan hal-hal yang diperbolehkan atau halal juga dapat dilakukan untuk menghindari futur karena perasaan capek, bosan dan malas pasti muncul dalam diri kita jika selalu melakukan aktivitas. Dengan melakukan refreshing, maka jiwa dan pikiran kita akan lebih segar sehingga kita bisa lebih bersyukur dan rindu dalam melakukan ibadah, sehingga dapat meningkatkan amalan ibadah kita kembali; Memperbanyak bergaul dengan orang-orang yang beriman dapat menyemangati kita dalam berbuat kebaikan dan mengurangi sifat futur; Selain itu, dapat juga melakukan muhasabah atau mengintrospeksi diri dengan cara membandingkan ibadah kita saat tidak malas dengan saat kita sedang malas.

Okee, sampai disini pembahasan futur dari saya, bila ada kesalahan dalam penulisan, mohon kritikan dan sarannya melalui kolom komentar di bawah ini agar tulisan saya bisa lebih baik lagi ke depannya. Akhirukallam, terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini. Semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya..